84. Fokus

1109 Kata

Menerima kalung itu dari William, Illeana memperhatikannya beberapa saat. Tidak ada yang Illeana katakan tapi tatapannya fokus pada kalung itu dengan hiasan yang luar biasa cantik. Permata sapphire blue itu seperti hipnotis untuknya sehingga dia seolah masuk dalam sebuah fantasi. William tak mengusiknya, tetap diam memperh atikan Illeana yang menatap kalung itu cukup lama. Tiba-tiba gadis itu mengangkat wajah, matanya berninar. “Aku punya ide,” ujarnya kemudian dan segera saja bangkit lalu duduk di kursi kerjanya, mengambil pena dan menggoreskannya di atas kertas itu. Apa yang Illeana lakukan itu membuat William heran tapi dia tak melakukan apa-apa dan hanya membiarkan Illeana melakukan kesibukannya karena mungkin kalung itu sudah membantunya memberikan inspirasi. William tahu bila I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN