“Aku akan menutup teleponnya, Illeana. Selamat malam, dan selamat tidur,” ucap Boby. “Ya, selamat malam,” balas Illeana. Tapi sambungan tak kunjung terputus. “Aku sungguh merindukanmu, Illeana. Andai bisa bertemu, aku ingin memberikan sebuah kejutan untukmu,” kata Boby. “Kejutan?” ulang Illeana. “Ya.” “Apa itu?” tanya Illeana. “Sesuatu. Jika aku katakan sekarang, bukan lagi kejutan, bukan?” kata Boby sambil terkekeh. Illeana tersenyum geli. “Kalau begitu, bisakah kau meluangkan waktu untuk bertemu?” tanya Boby lagi. “Waktuku selalu luang, apalagi saat weekend, jadi yang perlu meluangkan waktu adalah kau,” balas Illeana. Boby tertawa. “Kau menohokku, Illeana. Baiklah. Aku akan luangkan waktu saat Sabtu nanti. Jadi, sampai jumpa hari itu,” katanya. “Baiklah. Sampai j

