Sepulangnya ke rumah, setelah melakukan kegiatannya sebelum tidur Illeana melanjutkan lamunannya, terngiang kembali apa yang di katakan Kartika dan Stevie. Dia tak ingin percaya, tapi bila itu ternyata benar, bagaimana? “Itu tidak mungkin,” gumam Illeana menghela napas. “Apa yang tak mungkin bila sesuatunya bisa menjadi mungkin?” balasan Stevie membuat Illeana terdiam. Dia menghela napas lagi, menatap langit-langit kamarnya. Gadis itu mengambil ponsel di atas meja nakas, ada satu notifikasi pesan masuk. Keebetulan sekali dari orang yang saja dia pikirkan. [Apa kau sudah tidur?] Isi pesan singkat itu hanya pertanyaan singkat. Illeana melihat jam di layar ponselnya itu, masih pukul delapan malam, terlalu siang untuk ukuran Illeana yang terbiasa begadang. Namun, dia menatap layar i

