Saat bel pulang berbunyi, Sisca yang hari ini duduk sendirian, bergegas memasukkan buku dan alat sekolah ke dalam tas dengan sembarang. Setelah itu dia bergegas meninggalkan kelas. Namun, belum lagi langkahnya mencapai depan kelas, Aaron berdiri di hadapannya dengan kedua tangan direntangkan. “Sis, elo mau ke mana?” tanya Aaron ingin tahu. “Kenapa buru-buru amat, kayak yang lagi kebelet ke kamar mandi.” “Mau pulanglah, emang mau ke mana lagi?!” sahut Sisca keki karena perkataan ngawur Aaron. “Lagian urusannya sama elo apa?! Gua mau ke mana kek, mau kebelet kek, itu kan nggak ada hubungannya sama elo.” Aaron meringis melihat Sisca marah dan mendelik ke arahnya. “Gua kirain elo mau ke rumah Rea, kan hari ini dia nggak masuk.” Sisca memandang sekeliling kelas, untuk memastikan sudah tid

