“Rea!” Rea yang sedang mengeringkan rambut, menelengkan kepala saat mendengar namanya dipanggil. Dia menunggu sejenak untuk meyakinkan diri, dan kembali menggosok rambut dengan handuk saat tidak terdengar suara lagi. “REA!” Kali ini Rea mendengar dengan jelas namanya dipanggil oleh Sisca, karena itu dia berdiri dan keluar dari kamar untuk membukakan pintu. “Kamu mau apa? Kenapa kamu pake teriak-teriak segala sih?” ujar Rea setelah pintu terbuka. “Biar cepet aja.” Sisca menjawab seenaknya sambil menyeringai pada Rea. Rea menggelengkan kepala melihat sikap Sisca yang kadang menggemaskan dan terkadang menyebalkan. “Tumben ke sini? Kamu mau apa?” “Mau ngajak kamu jalan-jalan.” “Tapi ini sore, dan hari Sabtu. Mama bentar lagi juga pulang,” ujar Rea. “Kamu kan tau gimana mama? Dia nggak

