WISNU Tamparan Dipo melalui kata-katanya terus membekas di otak gue. Gue dan Keyfa emang salah dari awal. Kami sama-sama memanfaatkan situasi, tanpa memikirkan perasaan keluarga dan orang-orang terdekat. Ketidakmampuan gue untuk membangun komitmen yang serius, membuat gue patah arang dan mengambil jalan pintas. Melihat Keyfa, gue enggak tahu caranya buat jatuh cinta sama dia, buat bikin dia jatuh cinta sama gue. Gue sudah terlalu lama mengabaikan cinta. Gue lupa caranya mencintai perempuan. Tapi hari ini gue mau mencobanya. Ada sisi yang masih buat gue takut. Gue takut akhir skenario yang gue bikin ini malah sia-sia. “Nu?” Teguran Keyfa mengembalikan gue ke dalam realita. “Iya, kenapa?” “Lo yang kenapa? Dari tadi diam aja. Padahal gue nyerocos panjang lebar,” gerutu Keyfa, bibirnya ya

