16

1862 Kata

KEYFA Melarikan diri sejenak menjadi solusi yang kupilih. Berani-beraninya aku sampai kabur dari vila lewat tengah malam seperti ini dan tanpa kartu identitas. Kepala tidak sempat berpikir jernih setelah kejadian tadi. Yang aku pikirkan bagaimana caranya aku menghindar. Kabur menjadi satu-satunya pilihanku. Tapi aku lupa, kalau ini bukan Jakarta. Ini Bali. Kota orang, bukan kota kelahiranku. Sialnya lagi, aku hanya memakai sandal jepit, kaus berlengan pendek, dan celana selutut. Lebih sialnya lagi, aku tidak membawa uang sepeser pun. Hanya ponsel dalam saku celana yang kubawa. Menyusuri sepanjang trotoar jalan, banyak wisatawan asing yang masih berkeliaran di malam hari. Entah ke mana tujuanku sekarang. Aku takut sebenarnya, sama sekali tidak mengenal kondisi masyarakat di sini. Tapi en

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN