17

1666 Kata

WISNU Dulu, gue gak pernah merendahkan diri gue di depan perempuan. Dalam kamus hidup gue, gue gak akan pernah memperjuangkan perempuan. Toh ketika gue berjuang, perempuan itu akhirnya memilih pergi juga. Tapi ketika gue ingin sekali lagi mengulang. Sekali lagi, gue ingin memperjuangkan apa yang sekarang gue miliki, perempuan yang ada di sisi gue sekarang, mengapa sulit sekali? Sudah lima belas menit, Keyfa belum juga balik ke kamar. Gue akhirnya keluar buat mengecek kondisinya. Nihil. Ternyata Keyfa tidak ada di sekitar vila. Tidak ingin mengganggu yang lain, gue mengambil jaket untuk mencarinya. Ini sudah lewat jam dua belas malam, dan Keyfa berani keluar dari vila. Gue dirundung kecemasan. Keyfa itu keras kepala, kadang juga teledor. Gue takutnya dia nyasar dan enggak tahu arah pula

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN