13

1977 Kata

WISNU Dalam keadaan lampu temaram, baik gue ataupun Keyfa saling menjeda keadaan. Kami memang duduk berdampingan, tapi tidak ada satu pun yang membuka obrolan setelah pelukan tadi. Gue mendadak jadi orang t***l yang super kaku setelah memeluk Keyfa, yang statusnya istri gue sendiri, yang sah gue peluk kapan saja. Tapi ini malah berujung pada terciptanya momen awkward. Padahal cuma pelukan, enggak ada plus-plusnya. Bosan gue sama kecanggungan ini. Gue harus menghindar sejenak. Besok pagi amunisi gue menghadapi Keyfa pasti kembali bertambah. Kami juga berangkat ke Bali besok. Gue menilik jam dinding, sudah tengah malam. Pantas, gerah banget udaranya. Gue hitung sampai tiga dalam hati, sebelum akhirnya lari ke kamar. Eh, ternyata, Keyfa pun mengikuti jejak gue. Dia melesat cepat ke dalam k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN