KEYFA Wisnu itu lama-lama makin kelihatan menyebalkan. Tingkahnya yang suka meledek, omongannya yang ambigu dan super jahil. Tak banyak hal yang aku tahu tentang dia. Perkenalan singkat kami tentu tidak berkontribusi banyak. Tapi buat apa aku tahu banyak hal tentang dia, toh kebersamaan kami sifatnya hanya sementara bukan selamanya. Tinggal satu atap dengannya, walaupun baru satu malam, aku melihat ada sisi lain dari tatapan Wisnu. Ada ruang yang kosong begitu kentara. Sesekali tatapannya bisa membius siapa pun yang ditatap. Tidak heran memang, jika begitu banyak perempuan terpikat. Satu hal yang masih membuatku penasaran, ketakutannya membangun komitmen dengan satu perempuan. Atas dasar cinta, ya, bukan sembarangan seperti situasi kami saat ini. Padahal di usianya yang sudah tiga puluh

