24

1855 Kata

KEYFA Bagian yang sulit aku pahami adalah hati. Aku tidak bisa memaknai perasaan yang timbul ketika tidak sengaja aku melihat Wisnu berhadapan dengan seorang perempuan. Perasaanku mendadak tidak enak bahkan sebelum aku tahu kalau itu Arini. “Nu?” Aku memanggilnya. Ia terkejut begitu tahu aku berdiri di belakangnya. Ada resah di wajahnya, meski tidak kentara. Tapi aku tahu, ada yang berbeda. Kemudian dia memintaku untuk mendekat. Aku menurutinya. Kuperhatikan baik-baik perempuan yang ada di depanku. Cantik, aku mengakui. Dia melontar senyumnya padaku. Kubalas dengan seulas senyum tipis. Seorang anak kecil laki-laki bergelayut di lengannya. Anak itu tampan, berkulit putih ciri khas keturunan benua Eropa. Wajahnya tampak malu-malu, mengintip dari celah lengan ibunya. “Rin, ini Keyfa. Ist

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN