Kartu 82

1052 Kata

Tak ada jawaban. Suasana begitu hening dan sepi. Yang terdengar sesekali hanya suara deru angin menyibak pepohonan di luar rumah, dan sesekali kendaraan yang melintas. “Apa ada orang di rumah?” teriak Aaric. Sepi. Aaric terus berjalan masuk melewati lorong, di mana biasanya ia menyimpan mantel dan barang-barang jika berkunjung ke rumah Christina. Tadinya Aaric berniat melepas sepatu, namun urung ketika melihat lantai dipenuhi debu yang cukup tebal. “Permisi, Nyonya! Apa kau ada di rumah?” teriak Aaric lagi. Ia melirik ruang keluarga, suasananya sangat berantakan. Beberapa bungkus makanan dan remah-remahnya berserakan di atas meja, bahkan tergeletak juga di piring setangkup roti yang sudah berubah warna. Aaric mendekat, untuk melihatnya lebih jelas, dari warna jamur Rhizopus yang tumb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN