Isabel sedang menata bunga-bunga di dalam vas, musim panas sudah hampir berakhir, tanaman bunga matahari mulai menguning, dan sebentar lagi pasti akan berguguran. Kebetulan seorang kenalan memiliki ladang bunga matahari, yang jaraknya tidak begitu jauh dari pusat kota. Ada hamparan kebun bunga matahari sejauh mata memandang, dan Isabel pergi ke sana untuk mengunjungi seorang teman pemilik kebun itu, saat pulang ia dibekali beberapa batang bunga matahari yang masih segar sebagai hiasan ruang tamu. Tiba-tiba terdengar suara bel rumah dibunyikan, Isabel pergi menuju pintu utama. Sebelum ia membuka pintu tampak keponakannya sudah berdiri di ambang pintu dengan seorang pria tampan. “Halo, Bibi, kau sudah di rumah?” sapa Lisa. Tadi Isabel sempat memberitahu Lisa bahwa ia akan pergi ke tempat

