“Taraaaa....!!!” Aaric dan Lisa muncul di depan pintu flat kediaman Norman dengan wajah gembira dan antusias. Bahkan Lisa membawa dua tas penuh belanjaan berisi camilan dan beberapa kaleng minuman ringan yang ditunjukkan di depan wajah Norman. Tadi sambil menunggu Aaric selesai menghadiri sebuah acara presentasi, Lisa menyempatkan diri pergi ke sebuah minimarket yang tak jauh dari kampus. “Teman-teman, apa yang kalian lakukan? Tak ada pesta di sini!” komentar Norman. Namun terlihat jelas wajahnya sangat senang atas kedatangan teman-temannya. “Kalau kau tidak mau ikut berpesta biar kami saja!” Aaric dan Lisa dengan seenaknya merembes masuk ke dalam rumah Norman. “Hei... tinggu... tunggu... apa yang kalian lakukan?!” teriak Norman. Menutup pintu kemudian mengejar teman-temannya. “Ayo l

