Kartu 77

1214 Kata

“Bisakah kemampuan Prakognisi ini dihilangkan, Norm?” tanya Aaric. “Jangan!!!” teriak Lisa panik, secara tiba-tiba. Aaric dan Norman menoleh ke arah Lisa dengan pandangan heran. “Jangan apanya?” tanya Aaric. “Tidak... tidak... maksudku, jangan dianggap serius! Mm... maksudku, bisa jadi ini hanya perasaan Prakognisi palsu, Aar,” jawab Lisa asal saja. Ia terlihat sangat gugup. Padahal sejatinya, Lisa khawatir jika kemampuan ini bisa dihilangkan, maka ia tak akan bisa membayangkan apa yang akan terjadi di depan sana. Isabel pernah bercerita, bahwa Aaric adalah harapan terakhir Bangsa Rein untuk membasmi kekuatan para penyihir. Ia adalah pamungkas. Jika tiba-tiba kekuatannya lenyap, Lisa khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi. “Tidak ada perasaan Prakognisi palsu, Lisa,” jawab Norman d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN