Kartu 78

1153 Kata

Aaric susah sampai. Ia melihat bangku kosong di bawah pohon Oak yang rimbun, meskipun beberapa daunnya mulai terlihat berubah warna, sepertinya sebentar lagi mereka akan lepas meninggalkan ranting-ranting pohonnya. Tak terasa sebentar lagi musim panas berakhir, berganti dengan musim gugur. Melihat pemandangan ini ia jadi teringat pertama kalinya bertemu Christina. Seorang tetangga yang tidak ia sadari keberadaannya. Mengingat itu senyum Aaric tersungging. Ia merasa bersyukur memiliki tetangga gadis periang dan produktif macam dia. Aaric pun duduk di bangku itu. Sayangnya ia tak membawa Novel Superhero yang sampai saat ini belum sempat ia tamatkan. Padahal dengan kondisi sunyi begini, sangat cocok untuk melakukan kegiatan membaca. Matahari masih bersinar meski jam tangan menunjukkan sud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN