Kartu 96

1384 Kata

Aaric berjalan menuju kampus, sengaja ia mengambil jalan memutar agar bisa berkunjung ke toko roti di ujung jalan untuk membeli beberapa potong Pretzel, sebelum ia meneruskan perjalanannya ke stasiun kereta bawah tanah. Tak sengaja jalur ini searah dengan kediaman keluarga Zauberer. Aaric melintas di depan rumah Christina. Tampak sepi, dan lampu teras pun tampak masih menyala meski matahari sudah terbit. Aaric berdiri terdiam sejenak di depan pagar rumah tersebut. “Akan di jual?” ucap Aaric pelan. Ini kedua kalinya ia membaca papan pengumuman “Rumah ini akan dijual" yang tertancap di halaman rumah seseorang. Yang terakhir kalinya pernah ia baca adalah di rumah yang disewa Maxi, tiba-tiba saja ia teringat kembali kejadian itu. Tapi Aaric tak punya waktu banyak, ia harus tiba di kampus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN