“Kau mau bicara apa, Aar? Katakan saja,” balas Lisa. “Aku kira, ada yang aneh dengan kita,” ucap Aaric ragu. “Aneh apanya, bisakah tolong bicara lebih jelas!” “Baiklah, aku pun tak mau berbelit-belit lagi. Aku rasa kita....” ucap Aaric. “Bisa melakukan telepati?!” sambar Lisa, sebelum Aaric meneruskan kata-katanya. “Ya, benar...” ucap Aaric. Raut wajahnya seketika berubah. “... Telepati,” sambungnya, selanjutnya terdiam. “Akhirnya,” Lisa membuang nafas. “Akhirnya apa?” tanya Aaric bingung. “Kau ke mana saja selama ini, Aar? Bukankah aku sudah sempat bilang bahwa kita bisa melakukan hal ini, kau masih ingat obrolan kita di balkon awal tahun?” kata Lisa. “Sungguh, Lisa, aku sejujurnya masih tak percaya, ada hal seperti ini. Ini benar-benar gila,” ucap Aaric. “Ya, sudahlah, terim

