Kartu 94

1061 Kata

“Kelihatannya kau tak nyaman di sini, Aar? Kita bisa pergi sekarang juga jika kau mau!” tiba-tiba Lisa berbakat begitu. Karena sejak tadi Aaric hanya menggosok-gosokan tangan padahal hari sama sekali tidak dingin, atau memainkan benda-benda yang ada di sekitarnya. Jika bukan karena bosan, apa lagi? Pikir Lisa. “Tidak... tidak... kau bilang rasanya akan hambar jika datang ke sebuah pameran, tapi tidak masuk ke tenda peramal,” jawab Aaric tersenyum mengingat kata-kata Lisa sebelumnya. Ia kembali tersenyum lagi. Kali ini senyum yang dipaksakan. “Kau yakin?” tanya Lisa. Aaric hanya mengangguk, kemudian membetulkan posisi duduknya. Tak lama peramal itu kembali masuk ke dalam tanda. Wanita itu tersenyum pada Aaric dan Lisa, meskipun mereka tak bisa melihat bibirnya yang tersungging karena ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN