Part 1 - Pertemuan Dion dan Kala
Dion Anggara, cowok manis berbadan tinggi. Sifatnya yang baik hati membuat banyak orang suka kepadanya.
Rania Adinda, gadis cantik nan mungil bersahabat dengan Dion Anggara.
Mereka kenal sejak kecil. Bahkan kini sekarang mereka kuliah tetap sering bersama. Walaupun hanya beda fakultas saja.
Kala Kinanti, cewek satu jurusan dengan Dion. Sifat lembut dan wajah manis Dion membuat Kala langsung jatuh hati dipertemuan pertama mereka.
---
Gedung Jurusan Teknik Sipil, 2019
Hari pertama Kuliah diawali dengan pembagian kelas dan beberapa pengumuman. Dion memperhatikan jam tangannya, sekarang sudah pukul 06.45. Kampus mulai ramai dan ia pun harus menuju ke lantai 4 karena disana ada pembagian kelas dan beberapa pengumuman.
Dion berjalan santai melewati tangga. Sebenarnya ia ingin menggunakan lift saja. Tetapi nampak antrian yang panjang membuat ia malas.
Ketika melewati tangga, tak sengaja ia melihat cewek berbaju kotak-kotak nampak berdiri di tangga. Melihat cewek tersebut membawa jas almamater, Dion dengan instingnya menyimpulkan kalau cewek itu juga mahasiswa baru sepertinya. Dion memang orang yang sering kali menggunakan instingnya.
Dion pun menyapa cewek tersebut.
“Halo” sapa Dion tepat berada disebelah cewek itu.
Cewek yang disapa itu langsung menoleh ke arah sumber suara. Dilihatnya cowok tinggi dan manis dihadapannya.
“Oh halo” balas si cewek
“Mahasiswa baru juga ya?” tanya Dion
“em iya”
“udah mau jam 7 kenapa gak langsung ke atas”
“masih nunggu temen”
“oh oke, duluan ya” Dion pun meninggalkan cewek itu dan ia lupa menanyakan nama si cewek itu.
---
Kala menatap cowok yang udah pergi meninggalkannya barusan.
Sambi menutup mulut ia bergumam
Manis banget wajahnya tipeku banget deh.
Kala tersenyum mengingat wajah cowok tadi.
“DORR” suara keras membuat Kala kaget. Dilihatnya cowok sok keren didepannya sedang memakai kaos oblong.
Padahal pihak kampus sudah memberi pengumuman untuk memakai kemeja. Peratutan kampus mengharuskan mahasiswanya untuk memakai kemeja.
“Dih ngagetin aja sih, ini pake kaos lagi ke kampus” ucap Kala cerewet sambil menarik kaos cowok itu
Cowok yang diomelin Kala itu hanya tersenyum. Suka banget kalo Kala marah-marah.
“Iyaiya lagian gue juga bawa kemeja kok, tenang aja beb” ucap cowok itu sambil tersenyum
Kala yang melihatnya menjadi jijik
“Gausah senyum-senyum, jijik banget tau gak sih Bun”
“Yah gue dipanggil bun, plis deh jadi kayak ibu-ibu tau gak sih” cowok bernama asli Braga ini sedikit kesal karena sering kali dipanggil “bun”.
“dah ah ayo kelantai 4 dah telat nih” ucap Kala sambil menyeret Braga.
---
Suasana lantai 4 sangat ramai. Ini dikarenakan empat Angkatan berada di runganan yang sama. Setelah melihat pembagian kelas yang dipajang didekat tangga, Dion memasuki aula, ia memilih tempat dekat jendela. Dosen-dosen sudah berada di depan dan sepertinya akan memulai pembicaraan. Dengan saksama Dion mendengarkan semua sambutan dan pembicaraan para dosen.
Padahal sudah pukul 7.30 tetapi ternyata masih saja banyak yang belum masuk aula. Dion hanya bergedek saja dengan anak muda jaman sekarang.
Tak sengaja metanya melihat kearah cewek yang baru saja memasuki aula.
Cewek yang tadi ya. Batin Dion
Cewek itu nampak bersama lelaki yang dilihatnya memakai baju yang sama dengan cewek. Terlihat seperti sepasang kekasih. Cewek dan cowok itu menuju ke arah Dion. Ternyata mereka duduk tepat dibelakang bangku Dion.
Terdengar si cewek yang amat cerewet. Berbanding terbalik ketika berbicara dengannya tadi pagi. Terlihat malu-malu.
“Kala jangan cerewet dong, dengan Bapak Ibu dosen yang bicara” suara itu terdengar di telinga Dion.
Jadi Kala ya namanya.
“eh iya iya” yang dibalas Kala denga nagak sewot. Dion yang mendengar mereka hannya tersenyum saja.
Ia jadi teringat dengan Rania sahabatnya. Pertengkaran kecil sering terjadi diantara mereka yang membuat hubungan mereka menjadi lebih dekat.
Dion sebenarnya tidak ingin Rania jadi sahabatnya. Ia ingin Rania menjadi kekasihnya. Tetapi ia takut, Rania akan menjauh darinya. Untuk itu ia akan simpan perasaan ini sampai pada waktunya.
Flashback On
Surabaya, 2017
“Di udah ada pacar belum?” tanya Rania
“Belumlah, ga penting” jawab Dion
“Lah udah 17 tahun loh gamau cari pacar aja?”
“Lo sendiri ada pacar gak?
“Enggak ada juga sih” ucap Rania sambil menampakkan cengirannya
“Nyuruh-nyuruh orang cari pacar, sendirinya ga punya pacar” cibir Dion
“Ya tipe gue kan susah dicari, harus yang ganteng tajir setia, kalo bisa anak tunggal kaya raya” ucap Rania
“hah anak tunggal kaya raya” cibir Dion sambil tertawa kecil
Flashback Off
Dion bukan tipe Rania. Tapi ia akan berusaha buat Rania jatuh cinta sama dia. Apapun caranya. Setidaknya dia lah cowok yang paling dekat dan selalu ada buat Rania.
---
“Tau gak sih Bun, kemaren itu kan Bang Mail habis ngedate ama cewek, gue gangguin deh hahahaha” Kala tertawa mengingat kejadian ia mengerjain Mail, Kakak lelaki Braga.
“Cewek yang mana lagi tuh?” tanya Braga
“Gatau ya, asing wajahnya, Bang Mail kan emang sering jalan sama beda-beda cewek, bener-bener playboy kelas kakap haha”
“eh btw Bun, lo jangan kayak Bang Mail ya, jangan pernah sakitin cewek” nasihat Kala ke Braga
“Iyaiya tau kok gue, cepet habisin makanan lo, trus pulang” ucap Braga
Kini mereka ada di kantin, karena hari ini hari pertama masuk jadi agak longgar jam kuliahnya. Mereka bisa pulang cepet.
“Kok pulang sih, jalan-jalan dulu lah, mumpung diluar kota ini”
“Iyaiya”
---
Setidaknya, di hari pertama kuliah, Dion memiliki teman. Jadi ia tak akan diomeli oleh Rania. Kini Dion dan teman-temannya sedang menuju ke kantin.
Tak sengaja Dion melihat Kala sedang makan bersama cowok yang ada di aula tadi. Sepertinya mereka sudah selesai makan. Dion berniat menyapa Kala.
“Hai yang tadi di tangga kan” sapa Dion
"eh iya”
“Kita tadi belum sempet kenalan, nama gue Dion, lo?” ucap Dion sambil mengulurkan tangan kanannya
“Kala” balas Kala sambil menyambut tangan Dion.
“Kalo lo?” tanya Dion ke cowok di sebelah Kala, tidak mungkin ia hanya berbicara dengan Kala saja dan mengabaikan cowok di samping Kala.
“oh nama gue Braga”
“Kalo gitu gue duluan ya” ucap Dion lalu menuju ke teman kelasnya yang tengah antri memesan makanan
“oke”
---