Sebuah gelang tali hitam dengan satu manik merah tergelantung yang tersimpan di dalam kecil transparan itu, tampak sederhana, bahkan mungkin tak berarti bagi sebagian orang. Namun Desi berpikir, mungkin saja gelang itu adalah harta berharga yang telah disimpannya selama belasan tahun, berharap akan dipertemukan kembali dengan pemiliknya. Ya, benar saja. Bagi Wilona gelang itu memang sangat istimewa. Sementara Trian tak pernah memikirkan arti gelang itu, baginya hanyalah benda biasa, tak ada yang spesial. "Iya, ini memang punya saya, Bu. Terima kasih ya, Ibu sudah menemukan gelang ini." Suara Wilona bergetar, matanya berkaca-kaca. "Saya bahkan tidak menyangka kalau gelang ini masih ada. Saya pikir sudah hilang entah ke mana saat saya pindah dulu." Desi tersenyum hangat, hatinya ikut ter

