Mereka melanjutkan ke bagian dalam pohon dengan mengikuti jejak dari hantu kabut. Berjalan ke arah di mana para hantu kabut yang lewat menghilang. Pangeran Baylord yang memimpin jalan mereka menuju pusat akar. Mereka harus melewati saluran seperti irigasi sebelum sampai ke tujuan. Air yang mengalir lumayan deras setinggi perut manusia dewasa. “Bukankah ini terlalu tenang, Leah?” tanya Zam merasa ganjil. Kakinya terasa berat saat harus melangkah. Mata Leah berkeliling memutar menatap sekeliling. Biasanya jika suasana terlalu tenang seperti saat ini, akan ada bahaya yang siap menyergap mereka di depan sana. Leah juga merasa ganjil. Tapi ia tidak ingin menakuti Zam. “Aku rasa mereka sedang tidur, Zam,” ucap Leah asal. Zam tersenyum mengejek selera humor Leah. Leah balas tersenyum. Kepala

