Sebelum lanjut membaca, pastikan kalian sudah tap love cerita ini dan follow akun aku ya :) *** “Ra, kenapa itu orang ada di sini?” Friska bertanya dengan nada sinis pada Dira. “Orang itu? Revan maksudnya? Dia jengukin aku, Fris,” jawab Dira. “Ra, aku nggak suka deh sama dia. Kamu jangan dekat-dekat sama dia lagi ya. Aku kayak nggak bisa percaya aja sama dia,” pinta Friska. Friska dengan tegas mengatakan ketidaksukaannya pada Revan. Membuat Dira dan beberapa orang lainnya di sana tersenyum kikuk karenanya. “Eh, ini aku saja yang makan ya. Takut sudah dijampe-jampe sama si Revan itu.” Friska menyingkirkan piring berisi potongan buah pir pemberian Revan. Kemudian Satya mendekat ke sisi ranjang. Meletakkan tangannya di kening Dira. “Demamnya sudah turun, tidak setinggi kemarin,” katany

