Sebelum lanjut membaca, pastikan kalian sudah tap love cerita ini dan follow akun aku ya :) *** “Ayo di makan dulu, Ra. Mas sudah belikan tadi pas kamu masih tidur,” kata Dirga yang kini menyodorkan sendok ke depan bibir Dira. Dira membuka mulutnya dan menerima suapan dari Dirga. Hal tersebut tentu membuat Dirga tersenyum karena sang adik tidak susah makan meski sedang sakit. “Kamu memang ngertiin Mas Dirga ya, Ra. Tahu saja kalau Mas Dirga belinya jauh, lari-larian lagi,” kata Dirga dengan melebarkan senyum dan menyipitkan matanya. “Ini kan bubur ayam langganan yang suka mangkal di ujung jalan, Mas. Jauh dari mana!” celetuk Dira. “Mas belinya satu jam loh, Ra. Makanya sudah tidak hangat lagi kan buburnya?” “Satu jam? Mas jalannya mutar lewat mana?” Dira mengernyit heran. Beberapa

