Sebelum lanjut membaca, pastikan kalian sudah tap love cerita ini dan follow akun aku ya :) *** Beberapa hari telah berlalu sejak Satya memutuskan untuk mempercayakan Dira pada Revan. Sesak di hatinya masih belum hilang sepenuhnya. Tetapi dia sudah bisa mengembangkan senyum di wajahnya untuk menghadapi hari yang akan ia jalani, juga saat bertemu dengan orang-orang. “Sat, ayo turun sarapan bareng Mama dan Papa!” seru Ibu Diana dari balik pintu kamar Satya. “Iya, Ma. Tunggu sebentar ya!” jawab Satya dari dalam kamar. Pemudia itu kini sedang berhadapan dengan dirinya dari pantulan cermin. Menata sedikit gaya rambutnya lalu memperhatikan wajahnya. “Okay! Sudah rapi, dan waktunya untuk sarapan! Menambah tenaga untuk menyandang status jomblo ngenes,” katanya pada pantulan dirinya di cermin

