Sebelum lanjut membaca, pastikan kalian sudah tap love cerita ini dan follow akun aku ya :) *** Revan dan Satya berlutut di hadapan Dira. Mereka berdua menyiapkan diri untuk menyampaikan perasaan mereka sesuai dengan permintaan Dirga. Revan sudah lebih siap karena sepanjang perjalanan tadi dia sudah menyusun kata-kata yang ingin disampaikannya pada Dira. Namun, tidak begitu dengan Satya. Pemuda itu baru saja tiba dan langsung ditarik untuk menyampaikan perasaannya. Niat awal Satya datang hanyalah untuk menanyakan keadaan Dira pada kakaknya. “Revan, kamu saja yang pertama menyatakan perasaanmu pada Dira,” perintah Dirga. “Loh jadi saya duluan?” Revan menunjuk dirinya sendiri. Dirga mengangguk. “Iya. Kenapa? Kamu ingin saya eliminasi?” ancam Dirga. “Nggak, Mas.” Revan menggeleng. “Saya

