"Mari kita langsung ke ruangan saya, kita bahas di sana." ajak Baroon kepada Bimo. tak mengulur waktu lagi, Mereka langsung berlalu menuju ruangan Baroon berada, di dalam ruangan itu Baroon memperlakukannya bukan sebagai bawahan tapi lebih kepada kawan. Baroon yang tak memiliki saudara hendak merangkul Bimo untuk membesarkan perusahaannya. di sini Bimo di tawarkan menjabat sebagai CEO seperti dulu saat masih di perusahaan mantan Mertuanya. bukan Baroon tak tahu masalah yang tengah di hadapi mantan mertua dan menantu itu, tapi Baroon lebih ke kesan cuek, yang di fikirkan ya hanyalah kecerdasan yang dimiliki oleh Bimo, Baroon benar-benar ketinggalan update terbaru tentang mahasiswa jenius yang dulu pernah menjadi rebutan beberapa perusahaan besar yang kini sudah di genggam oleh perusahaan

