"Beneran dek, Puspita telefon? kamu nggak bohong kan dek?" tanya pak Wijaya antusias. tanpa dia sadari bahwa telefon masih dalam mode menyala. Puspita nampak deras air matanya mendengar perkataan Papanya yang belum menyapanya sama sekali. Nadia mengangguk membenarkan pertanyaan sang suami. di lihatnya ponsel yang di genggamannya dan dia baru menyadari kalau panggilan masih berlangsung. kemudian dialihkan ke panggilan video oleh Puspita. "Dengan tangan gemetar Wijaya menggeser tombol tersebut, terpampang lah wajah anak bungsunya yang selama ini jarang di perhatikannya. Puspita kini tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, itulah gambaran pemikiran seorang Adinata Wijaya. "Assalamu'alaikum Anak papa," apa kabar putriku?" tanya Wijaya menyapa putrinya yang telah basah pipinya oleh Air mata.

