"Oh ini keponakannya lek Nasir toh? pasti tadi niatnya bercandain saya kan mas? maaf saya tidak peka, oh ya, kenalkan nama saya Dimas Angga Saputra, calon suami Alika." "Heh semprul, lulusin dulu sekolahnya baru bicara tentang calon istri." kata Ari kepada Angga. "Tahun ini saya sudah lulus sekolah mas, kalau Alika mau saya akan melamarnya sekarang juga, atau sekalian ijab qobul saya juga siap." di geplaknya kepala Angga oleh Ari dengan telapak tangannya, tentunya tidak terlalu keras dong kalau keras bisa-bisa pingsan Angga nya lawong telapak tangan Ari saja besar. "kalau manggil yang lebih tua itu yang bener, jangan panggil nama saja, panggil itu mbak Alika, jangan Alika Alika saja." minta di hajar kamu memang. "Eh mas, Alika ini calon istri saya kalau manggilnya mbak Yo nggak pa tes

