12. Pemunduran Diri Arin

1162 Kata

Keesokan harinya, kudapati Arin sudah berada di sekolah seperti biasanya. Ia memang paling sigap di antara guru-guru lain. Meskipun menggunakan kendaraan umum, namun soal jam kedatangan ia selalu lebih awal dibanding yang lain. Arin tampak lebih segar dari biasanya, aku pun menyapa berbasa-basi menanyakan kondisinya. Setelah itu, kami berpisah karena aku mendapat giliran menyambut anak-anak di depan pintu utama. Hari itu sangat cerah, anak-anak diantar oleh orang tua mereka ke depan pintu gerbang disambut oleh para guru sambil tersenyum ramah dan berjabat tangan. Sambil menyambut anak-anak, terdengar Ms Purnama dan Redha membicarakan sesuatu dengan serius. Aku tak berusaha menguping namun kedengarannya mereka sedang membicarakan Arin. “Mr, sepertinya Ms. Arin harus menemui Psikolog. Kema

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN