Allea sungguh tersanjung akan pengakuan Vino tentang perasaannya. Memang begitulah cinta, harus diungkapkan agar tidak menjadi rindu tak berkesudahan. Selesai acara dinner romantis yang sudah diatur oleh Vino dengan baik, Allea segera meminta pemuda itu untuk mengantarkannya pulang ke Rumah Sakit, ia khawatir ibunya akan menunggu lama, ia tak bisa membiarkan ibunya berlama-lama tanpanya meski selalu ada Suster yang menemani. Hingga tiba di parkiran Rumah Sakit, Vino mengingatkan Allea, “Al, aku tunggu jawaban kamu, ya. Kuharap kamu tidak terlalu lama memberikannya, aku tak sabaran.” Ah, Vino, pikir Allea, saat ini ia belum bisa menjalin hubungan dengan siapa pun, ia belum berkeinginan memiliki seorang kekasih. Tapi melihat Vino yang berusaha keras mendapatkan hatinya, maka Allea akan me

