Tasya mengulurkan tangan di hadapan Andreas. Ia sudah bebal menghadapi sikap dingin para pengunjung yang pernah ia temui. “Nama yang bagus. Berapa usiamu?” Mendadak Andreas bersikap peduli. “Delapanbelas tahun, Om.” Tasya menggigit bibir bawahnya agar terkesan menggoda. Andreas menggeleng kuat-kuat. Gadis belia yang cantik dan seseksi Tasya datang menggodanya di dalam sebuah club malam itu hal wajar, hanya saja Andreas menyayangkan usia yang begitu muda sudah ia habiskan di tempat yang tak terlihat masa depan seperti ini. Kecuali nafsu diri. Melihat Andreas menatapnya dengan tatapan iba, bukan tergoda, Tasya merengut. Wajahnya dibuat cemberut yang dibuat-buat agar lebih menggemaskan, sedikit mencondongkan b*******a yang terbuka ke arah Andreas dan desahan aneh. Andreas bergidik. Ia ma

