Bab. 27 - Antara Keinginan dan Keterpaksaan

1003 Kata

   "Kau hampir saja membuat masalah, Kawan." Bima sudah berada di samping Andreas. Sedangkan Noel sudah sibuk kembali melayani tamu-tamunya. "Apa?" Andreas pura-pura tak mengerti. "Ayolah, jangan bersikap layaknya kau bukan laki-laki normal. Kau tahu, kau ini sudah menolak gadis paling ranum di club ini. Paham?" Bima memijit keningnya. "Aku tak peduli. Sudah kukatakan, aku ke sini hanya ingin menuruti kemauanmu, bukan mencari kesenangan semacam itu." "Oke, oke. Sebaiknya kita tak berdebat di sini." Bima segera menggamit bahu Andreas, ia berjalan cepat menuju pintu keluar. Namun sebelumnya ia mendekati Noel yang kebetulan berada tak jauh dari pintu masuk, mengobrol dengan beberapa temannya. "Thanks untuk malam ini, aku harus pamit." Bima menjabat erat tangan Noel yang besar dan terasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN