“Ayra … sini sama, Oma.” Ibu melambaikan tangannya pada Ayra yang duduk manis dipangkuanku. Mendengar namanya di panggil, Ayra menoleh sekilas saja dsn kembali sibuk dengan botol minumnya. “Ayra ….” Kembali Ibu terdengar memanggil cucu satu-satunya itu, akan tetapi, Ayra malah menggelengkan kepala dengan bibir manyun. Ya Allah lucu sekali anak ini, gemas ingin menggigit bibir dan pipinya lucu itu. “Ayra dipanggil Oma itu.” Pelan aku bicara pada gadis kecil di pangkuanku itu, dia hanya menoleh sekilas dan terlihat tanpa berniat turun dari pangkuanku. Senyum tipis terlihat di bibir Mas Satria melihat Ayra yang sepertinya enggan turun dari pangkuanku. “Ayra sama siapa?” tanya Mas Satria kemudian. “Amma.” Jawaban yang sama kembali aku dengar dari bibir mungil Ayra. Amma? Apa yang gadis kec

