Merasa Bersalah

1402 Kata

“Mama Ayra?” aku mengulang kata- kata Mas Satria untuk memastikan kalau aku tidak salah dengar. Mas Satria memintaku menjadi mama-nya Ayra, itu berarti dia ingin aku menikah dengannya. “Iya, mamanya Ayra.” Mas Satria mengangguk menegaskan. “Mas sedang tidak menggodaku kan?” tanyaku kembali memastikan. “Dih … nggak, Sayang.” Mas Satria menarik hidungku dengan gemas. “Aku serius, mau ya .. ya .. mau kan?” Sepasang alis itu terangkat berulang dengan senyum jahil. “Ish … tuh kan becanda,” ucapku dengan memanyunkan bibir. Melihatku Mas Satria malah tertawa, tawanya terdengar lepas seperti ada baban yang hilang. “Aku serius, Sayang. Aku tidak ingin menunggu lebih lama, aku butuh kamu dalam hidupku. Kamu mau … menikah denganku kan?” Mas Satria meraih tanganku dan kemudian menciumnya. Aku t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN