Tinggal menghitung hari untuk aku menapaki sebuah fase hidup yang lebih tinggi. Belum tenang sepenuhnya karena pengalaman masa lalu, sekarang hanya mencoba meyakinkan diriku sendiri bahwa semua akan baik-baik saja. Harapan adalah sebuah doa dan kadang ketakutan-ketakuan malah akan menjadi sebuah hal yang nyata. Akan lebih baik kalau aku tetap perpikir positif agar apa yang nantinya terjadi juga demikian. “Ruang untuk meeting sudah clear yah?” tanyaku pada Abi salah satu karyawan kafe. Pria muda dengan seragam coklat itu mengangguk. “Sudah siap, Bu.” Abi mengangkat jempol tangan kanannya. “Untuk menu juga sudah beres.” PT Kencana Manunggal beberapa waktu yang lalu memesan ruang untuk meeting sekaligus untuk makan siang sekitar 20 orang. Ini kali pertama setelah aku bekerja di sini ada y

