Apakah ini Mimpi

1503 Kata

“Sudah jam berapa ini? Kenapa belum datang juga. Petugas dari KUA nya juga sudah datang loh, coba cek hp kamu apa Satria menghubunggi?” Kak Sisil masuk ke kamar dengan wajah yang terlihat cemas. Pandanganku mengarah ke jam digital yang berada di atas meja kamarku, sudah hampir jam Sembilan. Padahal acara akad nikah akan digelar jam sembilan nanti, aku meraih ponsel yang aku letakkan di sampingku. Sedari tadi aku mengobrol dengan Kak Aletha dan juga kedua temanku untuk menetralisir rasa tegang dan debaran di d**a yang sedang aku rasakan. Aku mulai menyapukan jariku di layar benda pipih yang kini berada di tanganku itu untuk membuka layar. Aku sengaja mengaktifkan mode pesawat tadi agar lebih tenang, sehingga panggilan ke aplikasi maupun seluler atau notif apapun tidak bisa masuk. Benar sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN