Muara Sebuah Cinta

1526 Kata

“Kamu nggak suka?” tanya Mas Satria lagi. “Suka,” jawabku singkat, ingin mengatakan hal lain, akan tetapi, entah kenapa tertahan di kerongkongan. Aku punya banyak pertanyaan tentang Aleya dan keluarganya hanya saja aku takut bila mendapatkan jawaban yang tidak sesuai dengan harapanku. “katanya suka, kok cemberut gini masih marah, ya? Aku minta maaf kalau dah buat kamu kesal.” Mas Satria menangkup wajahku padangan kami bertemu dan mata itu, aku bisa merasakan sebuah cinta di sana. Aku bisa merasakan sebuah ketulusan, tapi, aku juga belum bisa menyingkirkan rasa tak nyaman yang masih hadir. “Iya kesal,” ucapku akhirnya. Apa yang tertahan mulai sedikit terungkap keluar. “Aku minta maaf udah buat kamu kesal, tapi, percayalah ini semua nggak ada hubungannya dengan perasaan. Aku sekedar bant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN