Jantungku berdebar ....

1631 Kata

Kakak perempuan tertuaku itu langsung menghampiri Kak Sisil yang duduk di depanku. Untuk sesaat terlihat dia mencermati warna-warna eyeshadow yang berada di tangan Kak Sisil, kemudian melirikku untuk sesaat dan kembali lagi ke arah palette eyeshadow. Bibirnya mengerucut, kepalanya mengangguk-angguk. “Kelamaan , yang mana?” Kak Sisis menggelengkan kepalanya melihat kakak perempuannya itu. “Hehehe … yang ini aja, cocok sama warna kebayanya. Keliahatan lembut tapi, tegas.” Kak Regina menunjuk salah satu warna dan kemudian memberi penjelasan sesuai dengan pendapatnya. Kak Sisil tidak serta merta menyetujui apa yang menjadi pilihan Kak Regina. Dia juga sesaat terdiam dan terlihat berpikir sebelum akhirnya menyetujui pilihan Kak Regina. Dengan kuas kecil Kak Sisil kemudian mengaplikasikan wa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN