“Angkat aja nggak papa,” ucapku dengan anggukan, Mas Satria juga terlihat mengangguk samar kemudian. “Waalaikumsalam.” Terdengar balasan salam dari Mas Satria sesaat setelah pria itu menggeser tombol terima di layar ponsel. “Tolong apa?” tanya Mas Satria menjawab panggilan ponselnya. Aku memilih mengalihkan perhatianku dengan sedikit menjauh dan memilih rangkaian untuk buket bunga yang akan dipesan. Sebuah rangkaian mawar segar dengan warna putih dan merah tengah disusun oleh pria muda yang tadi melayaniku dan Mas Satria. Dia dibantu seorang perempuan yang terlihat sudah Ibu-Ibu menyusun rangkaian bunga mawar segar tersebut. Terlihat kertas lembaran dengan warna merah muda mereka siapkan. Ada tali, gunting, selotip dan beberapa barang lainnya yang mereka gunakan. Baru kali ini melihat

