“Buat mas kawin ya, Mas?” tanya si Mbaknya, “Ini cincin kawin model terbaru.” Perempuan dengan jilbab biru itu kembali menambahkan. “Ish … itu cincin kawin Maseh,” ucapku kemudian. “Memangnya kenapa kalau cincin kawin?” tanya Mas Satria sambil menoleh ke arahku. “Ini Mas.” Mbak pelayan toko itu memberikan kepada Mas Satria cincin yang baru saja dia ambil dari dalam etalase. Cantik sekali memang bentukannya dan terkesan elegan, meski simpel alias sederhana, tapi, tetap terlihat mahal. Sesaat Mas Satria mengamati detail benda berkilau di tangannya, aku pun merapat mendekat untuk melihat detail dari cincin yang Mas Satria pegang. “Ukurannya pas nggak? coba dulu!” Mas Satria menarik tanganku dan kemudian mengamati jemariku sebelum memasangkan cincin itu. “Cantik kan? Kamu suka nggak?” Ke

