Cepat lebih baik

1805 Kata

••• “Sekalian besok kamu ikut aku ke rumah ya, biar kamu bisa kenal sama Ibu.” Mas Satria kembali menambahkan. “Besok?” tanyaku lagi. “Iya, bukankah lebih cepat lebih baik bukan?!” Mas Satria mengangkat sepasang alisnya. "Mas yakin?" tanyaku kemudian untuk memastikan atas semua yang baru saja aku dengar. "Kenapa memangnya?" Bukannya menjawab pertanyaanku Mas Satria justru balik bertanya, sepasang mata pria itu terlihat menyipit. "Nggak … masih takut saja," jawabku pelan dengan sedikit mencembik. Bukan apa-apa, Ibu Mas Satria wanita baik. Aku bisa melihat dan merasakan hal itu, hanya saja dibanding dengan keberadaan Aleya? Tentu akan berbeda pastinya. Apalagi saat Mas Satria bercerita kalau Ibunya menginginkan dia kembali untuk rujuk dengan Aleya. “Ntar aku pegangin, apanya idungny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN