Sebuah Keputusan

1441 Kata

“Tapi, percayalah aku hanya mencintai kamu saja. Cuma kamu, Sayang. Kamu tau pasti bagaimana perasaanku padamu.” Mas Satria masih saja berlindung di balik alasan yang sama. “Aku bahkan ragu kalau mas benar-benar mencintaiku. Bukankan cinta itu tidak saling menyakiti, bukankah cinta itu saling menjaga. Tapi, apa yang mas lakukan? Bahkan mas tega membohongiku, berbohong kepada keluargaku.” Aku sudah tidak percaya apapun sekarang. “Aku terpaksa melakukan itu. Aku benar-benar minta maaf untuk semua ini, aku sudah berencana untuk jujur hanya aku butuh waktu.” Mas Satria meraih tanganku dan untuk kesekian kali aku tepiskan. “Dengan Aleya itu hanya rasa kasihan dan terpaksa karena desakan semua orang, aku ditempatkan pada posisi yang sangat sulit. Tapi, menikahimu itu adalah keinginanku, mimp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN