"Aku nggak peduli serusak apa masa lalu kamu, Mas. Setiap orang pasti pernah bodoh. Aku hanya tahu saat ini kamu sedang berusaha memperbaiki diri," kata Anggi dengan bijaksana. "Makasih, Sayang. Asal kamu tahu. Tapi, ini mungkin terdengar klise. Aku pertama kali jatuh cinta itu sama kamu. Hidupku jungkir balik karena ulah kamu," kata Luka dengan tulus. Anggi tidak bisa berkata-kata saat ini. Mata Luka tidak berbohong saat mengatakan hal itu. Anggi hanya tersenyum saat Luka mengatakannya. Ia sudah benar-benar move on saat ini. Hari ini adalah hari Minggu. Hari yang seharusnya menjadi hari istirahat setiap orang. Akan tetapi, tidak bagi Siska. Ia justru mencari keberadaan Sabian. "Mas Bian! Buka pintunya. Aku tahu kamu di dalam." Siska berteriak pagi-pagi dan sangat mengganggu. Tidak

