132. Disekap

1037 Kata

Pasang surut kehidupan itu akan selalu ada. Pun dengan Sabian yang saat ini berada di titik terendah. Ia tidak bisa berbuat bnayak saat mendengar Anggi kecelakaan. Sabian baru menyadari jika Anggi-lah cinta sejatinya. "Mas, kafe kami mau tutup," kata salah satu pegawai kafe ini. Sabian melihat ke arah jam tangan yang melingkar pada pergelangan tangan kirinya. Benar, hari sudah tengah malam. Sabian segera membereskan semua barang lalu menuju ke kasir. Ia membayar semua tagihan makanan dan minumannya. "Terima kasih, Mas, atas kedatangannya," kata petugas kasir setelah Sabian membayar semua tagihannya. "Sama-sama." Sabian lantas keluar dari kafe tersebut. Sesampainya di rumah kontrakan, hari sudah akan pagi. Sabian masuk ke dalam rumah setelah memarkirkan mobil dan mengunci pintu gerbang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN