Obrolan Luka dengan sang mama pun akhirnya selesai. Anggi masih belum tidur hingga saat ini. Ia bahkan tidak tahu kapan Luka ulang tahun. Andai tahu pun, apakah akan mengucapkan selamat ulang tahun? Entahlah. "Pak Luka," kata Anggi setengah berbisik pada Luka saat ini. "Ya, kamu butuh sesuatu?" tanya Luka dengan lembut lalu melepaskan kaca mata radiasi yang dipakainya. Anggi menggeleng pelan karena tubuhnya masih sangat sakit. Padmi dan Solihin sudah tertidur sejak pukul sembilan malam tadi. Anggi hanya pura-pura tidur saja agar mereka tenang. "Se-selamat ulang tahun," kata Anggi dengan susah payah karena belum bisa mengucapkan banyak kata-kata. Luka tertegun saat mendengar ucapan itu keluar dari mulut Anggi. Ia tidak berharap banyak dari Anggi. Sebab, Luka merasa sudah membuat kesal

