Ada lima laki-laki kekar yang mendatangi rumah kontrakan Syafira saat ini. Mereka para penagih utang. Cicilan utang Syafira macet sudah beberapa bulan lamanya. Dulu selalu bisa membayar hutang itu karena ada Prabu yang memberinya uang jajan bulanan. "Hmm ... kita bisa ambil apa ini? Nah, ada kunci kontak ini," kata salah satu dari mereka dan membuat Syafira berlari secepat kilat menuju ke arah gantungan kunci. Secepat kilat itu juga, salah satu dari mereka menarik lengan Syafira lalu membanting perempuan itu ke lantai. Syafira sampai berguling-guling menahan rasa sakit pada tulang belakangnya itu. Bantingan laki-laki tadi rupanya cukup keras. Entah bagaimana nasib Syafira setelah ini. "Geledah semua! Cari di mana kelengkapan semua surat ini." Orang yang berwajah paling seram itu memeri

