129. Siuman

1016 Kata

Luka terdiam saat melihat wajah cantik itu memejamkan mata. Luka meneteskan air mata saat ini. Banyak alat medis yang terpasang pada tubuh Anggi. Luka duduk di samping kepala Anggi. Matahari bersinar sangat terang, Luka menghubungi sang paman jika tidak masuk kerja. Jatmiko jelas paham apa yang terjadi dan memberikan pemakluman pada sang keponakan. Semua pekerjaan kantor, akan dipindahkan ke rumah sakit. "Nggi ... sadarlah, aku benar-benar minta maaf. Aku salah, mengamuklah padaku, jangan hanya diam saja seperti ini. Aku nggak bisa," kata Luka setelah selesai menghubungi sang paman. Semua keluarga Anggi menginap di ruangan sebelah. Seno menyewa dua kamar presiden suit ini agar mereka tidak perlu lagi mencari penginapan. Uang bukan masalah untuk Seno Batara. Hanya saja, Luka memilih un

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN