Tanpa rasa curiga sedikit pun, Anggi kali ini ikut dengan Luka. Ia tidak bertanya di mana tempat kondangan itu. Anggi memakai gaun sederhana dan riasan wajah natural. Penampilan gadis yang saat ini sudah siap di depan pintu itu membuat Luka terpana. "Cantik banget calon istriku ini," puji Luka dengan tulus pada Anggi. "Gombal aja kerjaannya. Udah buruan berangkat, Mas," kata Anggi dan membuat Luka mencubit gemas pipi Anggi. Selama satu bulan lebih ini, hubungan mereka sangat romantis. Akan tetapi, di kantor mereka tampak biasa saja. Keduanya sepakat tidak menggumbar kemesraan di depan publik. Kisah mereka tidak untuk konsumsi publik. "Nggi kalo di kantor kenapa kamu selalu menghindar?" tanya Luka yang saat ini tangannya memegang tangan Anggi meski sedang menyetir. "Yah ... dibahas la

