"Wah makasih, emang kamu beli di mana minuman ini, Fir?" tanya Agus yang tidak sadar jika minuman itu sudah dicampur dengan obat berbahaya. Syafira hanya tersenyum saja. Ia membayangkan bagaimana rasanya setelah tiga puluh menit nanti reaksi dari obat itu. Pasti sangat indah dan menyenangkan. Syafira sakit jiwa dan sudah sangat nekat. "Ada di warung belakang saat tadi tunggu mobil datang," jawab Syafira dengan enteng. Dua puluh menit berkendara, Agus mulai merasakan mual yang luar biasa. Ia lantas menghentikan mobilnya di jalanan sepi. Syafira tahu ini jalanan bukan menuju ke rumah sakit. Mereka yang jahat harus mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. "Kita berhenti dulu. Kepalaku sakit dan pandangan mulai kabur," kata Agus sambil menghentikan mobil di tepi jalan. "Kok kita sama,

